Testimoni
Empat pemilik usaha, satu masalah yang mirip
Tidak ada yang mulai dari "saya mau ERP". Semuanya mulai dari satu hal yang mengganggu: catatannya tidak ikut rapi, padahal usahanya jalan terus. Ini ceritanya β dari masalahnya dulu, baru solusinya.
Pilih ceritanya
Empat bidang usaha, empat titik macet
Bidangnya beda, tapi polanya sama: pekerjaan bertambah, cara mencatatnya tidak ikut tambah pintar.
Ono Motor
Bengkel motor β Bengkel yang sudah jalan bertahun-tahun, tapi untungnya masih ditebak dari tumpukan nota.
Baca ceritanya βDewi Chandra
Jual beli kebaya β Kebaya itu satu-satu β beda brokat, beda ukuran, beda modal. Justru itu yang bikin catatan manual cepat kacau.
Baca ceritanya βSima Residence
Developer perumahan β Penjualan jalan, pembangunan jalan β tapi semua catatannya terpisah. Status unit cuma sekuat ingatan sales.
Baca ceritanya βJati Jaya Furniture
Jual beli & finishing furniture β Dagang furniture jadi, sekaligus terima jasa finishing. Dua-duanya butuh hitungan yang tidak bisa dikira-kira.
Baca ceritanya βBengkel motor
Ono Motor β Omzet naik, uang di kas malah terasa berkurang
Bengkel yang sudah jalan bertahun-tahun, tapi untungnya masih ditebak dari tumpukan nota.
Pemilik Β· Ono Motor
"Sekarang saya tahu motor mana yang bikin untung, dan mana yang cuma ramai."
Sebelumnya kalau ditanya untung bulan ini, jawabannya "ya kelihatan ramai lah".
Ribetnya dulu
- Stok sparepart: Dihitung ulang tiap malam
- Laba per unit: Baru ketahuan akhir bulan
- Insentif mekanik: Dihitung manual, sering selisih
- Riwayat servis: Ditulis di buku, sering hilang
- Pelanggan kembali: Tergantung ingatan
Setelah pakai Digilio
- Berkurang otomatis dari work order
- Kelihatan begitu work order ditutup
- Otomatis dari pekerjaan yang selesai
- Menempel ke nomor polisinya
- Ada pengingat servis berikutnya
Insentif mekanik
Otomatis
Laba per motor
Tiap work order
Stok sparepart
Ikut berkurang
Riwayat servis
Per nomor polisi
Jual beli kebaya
Dewi Chandra β Tahu ada kebaya, tapi tidak tahu yang mana yang sudah terjual
Kebaya itu satu-satu β beda brokat, beda ukuran, beda modal. Justru itu yang bikin catatan manual cepat kacau.
Pemilik Β· Dewi Chandra
"Dulu tiap pembeli tanya "masih ada?", saya harus buka galeri HP dulu."
Fotonya ada, tapi tidak nyambung dengan harga beli dan status barangnya.
Ribetnya dulu
- Data kebaya: Tersebar di galeri HP dan chat
- Status barang: Ditanyakan ulang ke pembeli
- Modal dan harga jual: Diingat-ingat
- Pertanyaan pembeli: Dijawab satu per satu
- Riwayat pembeli: Tidak ada
Setelah pakai Digilio
- Satu kartu per kebaya: foto, ukuran, kondisi
- Tersedia, booking, atau terjual β jelas
- Tercatat per potong, labanya ikut terhitung
- Katalog siap dikirim, tanpa tanya balik
- Tahu siapa beli apa, kapan, dan berapa
Modal per kebaya
Tercatat
Laba
Per potong
Status stok
TersediaβTerjual
Katalog
Bisa dikirim
Developer perumahan
Sima Residence β Yang paling ditakuti: satu unit terjual dua kali
Penjualan jalan, pembangunan jalan β tapi semua catatannya terpisah. Status unit cuma sekuat ingatan sales.
Pengelola Β· Sima Residence
"Satu rumah terjual dua kali itu mimpi buruk. Sekarang statusnya terbaca semua orang."
Dulu tiap sales pegang catatannya sendiri, dan tidak ada yang berani memastikan.
Ribetnya dulu
- Status unit: Dicek ke masing-masing sales
- Pembayaran konsumen: Dicatat di buku dan chat
- Biaya tanah dan bangun: Tercampur jadi satu
- Laba per unit: Baru dihitung akhir proyek
- Komisi agen: Dihitung ulang tiap bulan
Setelah pakai Digilio
- Satu status per unit, terlihat semua sales
- Angsuran, sisa tagihan, dan denda per unit
- Menempel ke unit yang benar
- Kelihatan saat unit itu terjual
- Otomatis dari penjualannya
Status unit
Terbaca semua sales
Komisi agen
Otomatis
Laba
Per unit
Dokumen
Per unit
Jual beli & finishing furniture
Jati Jaya Furniture β Baru sadar rugi setelah barangnya selesai
Dagang furniture jadi, sekaligus terima jasa finishing. Dua-duanya butuh hitungan yang tidak bisa dikira-kira.
Pemilik Β· Jati Jaya Furniture
"Sekarang angkanya kelihatan sebelum saya sebut harga, bukan sesudah barang dikirim."
Sebelumnya harga sering ditetapkan pakai feeling, lalu dihitung ulang setelah selesai.
Ribetnya dulu
- HPP per pesanan: Dihitung ulang di Excel
- Bahan finishing: Habis tanpa catatan
- Progres pengerjaan: Ditanya ke tukang
- Revisi dan tambahan: Sering lupa saat nagih
- Laba: Ketahuan akhir bulan
Setelah pakai Digilio
- Terhitung dari rincian bahan dan upah
- Berkurang sesuai pemakaian tiap pesanan
- Status per pesanan, per tahap
- Tercatat, otomatis ikut ke tagihan
- Per pesanan, begitu selesai
HPP
Per pesanan
Progres
Per tahap
Bahan finishing
Ikut berkurang
Laba
Per pesanan
Cerita Anda bisa dimulai dari hal kecil
Sebutkan satu bagian yang paling mengganggu sekarang. Kami dengar dulu, baru usul.